Melihat langit di malam sunyi
Bertitik cahaya silih berganti
Kadang cahaya kilat berekor putih
Mungkin juga biru cerah
Biru namun hitam
Tak sadar banyak misteri membahu
Sejak dulu orang berseru
Menentang jejak palsu
Tanpa sadar memo muncul
Bertulis tangan kenangan lalu
Apa daya meski butuh
Tanpa cahaya mustahil berlaku
Sejam kemudian terlelap
Impian sedikit terungkap
Apa daya kalau payah
Hanya sanggup lihat belakang
Selasa, 19 Maret 2013
Jumat, 08 Maret 2013
Ketika Masa 'Menengah Pertama'
Rasanya baru minggu kemarin saya dan teman-teman SMP saya mengadakan acara perpisahan. Hal ini pasti wajar, karena-kalau menurut saya-masa SMP adalah masa pertengahan jenjang pendidikan (antara SD-SMA). Dan biasanya, masa yang merupakan 'pertengahan' tersebut akan terasa lebih membekas di pemikiran kita. Di mana kita akan mengalami suatu puncak daripada 'keusilan remaja' dan lain sebagainya.
Melihat ke blog teman-teman yang merupakan 'blog paksaan'-karena tugas sekolah-menjadi teringat kembali akan canda dan tawa ketika itu. Selebihnya, keingatan itu mulai berevolusi menjadi sebuah instrospeksi diri. Seketika saya tersenyum mengamati satu per satu halaman blog. Namun, terlalu banyak tersenyum (tiada diam) akan menyebabkan tingkat keimajinasian bertambah tinggi atau yang biasa dinamakan 'halusinasi'.
Melihat ke blog teman-teman yang merupakan 'blog paksaan'-karena tugas sekolah-menjadi teringat kembali akan canda dan tawa ketika itu. Selebihnya, keingatan itu mulai berevolusi menjadi sebuah instrospeksi diri. Seketika saya tersenyum mengamati satu per satu halaman blog. Namun, terlalu banyak tersenyum (tiada diam) akan menyebabkan tingkat keimajinasian bertambah tinggi atau yang biasa dinamakan 'halusinasi'.
Langganan:
Komentar (Atom)