Jumat, 17 September 2010

Sontoloyoo ......

     Hmm ..... artikel saya yang berjudulkan "Kurui .." mungkin akan saya lanjutkan satu bulan lagi. Masalahnya tentu saja saya lagi kehabisan ide gan, okelah daripada banyak omong mending baca aja artikel saya yang lainnya atau yang berikut ini.
     Berpuluh-puluh tahun kemudian tepatnya pada tahun 2090, orang sudah tidak ada lagi yang memakai yang namanya sepeda motor, sepeda ontel, becak, botol, piring, kertas, sandal, tas (maaf gan, qw lupa kalau yang botol, piring, 'n kertas masih dipakai di masa itu, harap maklum lah) hiduplah seekor manusia yang berwajah aneh bak hewan yang terlantar ditelan oleh jaman bernama "Krition". Adalah sebutan bagi seekor manusia tersebut.
     Suatu ketika, salah satu dari Krition yang bernama Hion sedang melakukan ekspedisi ke pulau yang sudah tidak berpenghuni lagi sejak tahun 2010. Manukan adalah nama pulau tersebut. Sebenarnya Manukan adalah nama jalan di Kota Surabaya, tetapi karena pada tahun 2073 terjadi bencana "Gempa Beledek". Gempa yang disebabkan oleh jatuhnya sampah antara lain kaleng minuman, kaleng makanan, kaleng mainan, kaleng rokok, plastik minuman, plastik rokok, gelas kotor, gelas bersih, gelas kurang berkesan, dan bermacam-macam sampah yang terletak di Gunung Kebutuhan. 
     Oke gan kita lanjutkan ceritanya sampai di seekor manusia yang bernama Hion. Pagi-pagi sekali di mana suhu udara masih sangat segarnya da embun masih menyelimuti langit yang berwarna biru, Hion 'n Devil of Heaven bangun dari tidur panjangnya selama satu bulan (Devil of Heaven adalah grup musik yang lagi nge trend pada saat itu). "Sontoloyoooo ........", sapa si Jago Ayam atau Ayam Jago milik Hion. "Guoooobbbllloookk ........ lu, mbangunin orang yang wajat dong, jangan pake' Sontoloyoo ...., nyakitin ati gue kali, ntar dikira orang-orang gue nih orang yang sontoloyo, Koplaaakk ....".
    Selalu optimis adalah logo dari Hion 'n Devil of Heaven. Sebagai band baru yang berdiri tahun 2085, Bedes selaku ketua atau drummer dari band tersebut selalu optimis sesuai dengan logonya itu. Meski mereka sedang dilanda bencana yang dahsyat, mereka tetap optimis dengan berdiam diri di rumah mereka masing-masing dengan syarat selalu tersenyum meski mereka sedang kesusahan, meski mereka sedang mandi, sedang tidur, sedang bersin, sedang batuk, sedang sakit, dan apa saja yang mungkin itu diperlukan.
     Berlanjut ke cerita dari kata "Sontoloyo ....". Bedes pada saat itu sedang melakukan aktivitas sehari-harinya setiap pagi, yaitu mengorek-orek sampah. Bedes sebetulnya tertarik melihat kelakuan dari binatang piaraannya Monyet. Akan tetapi tidak sampai kesampaian cita-citanya tersebut yang akhirnya dia hanya mengorek-orek sampah. Hion segera bangkit dari ranjangnya, menuju ke rumah Bedes dan pergi ke tempat kumpulan anak band buatannya.
TO BE CONTINUED
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar